Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2018

Tips Setrika Pakaian Cepat dan Necis

JURAGAN LONDRY –  Menyetrika pakaian yang beanr akan memberi kesan elegan terhadap pakaian yang digunakan. Pakaian bagus tetapi kalau menyetrika kurang baik dan beanr, tidak menjamin pakaian terlihat lebih baik. 

Cara menetrika pakaian juga akan menambah usaia pakaian anda. Strika terlalau panas, memuat serat kain rusak bahkan terlihat mengkilap terutama pada kain-kaian catton. 
Anda sebagai pengusaha laundry harus mamhami etul cara menyetrika pakaian pelanggan anda. 

Puaskan pelanggan dengan hasil setrikaan yang baik tanpa merusak pakaian kesayangannya. Banyak pelangan laundry  memasukkan pakainnya ke jasa inatu itu, supaya  pakaiannya terawat, terutama pakaian kesayanganya. 

Berikut ini cara menyetrika pakaian supaya hasilnya baik dan maksimal. 

Gunakan cairan pelicin pakain supaya hasil setrikaan lebih bagus serta harum

Untuk kaso dan pakaian yang terdapat gambar dari sablon sebaiknya disetrika secara terbail jangan mengani sablon. Jika terkenana setrika panas bsi amengelupas dan menghilangkan ablonanya.

Setrikalah baju sesuai aturan yang disarankan pabrikan pakaian tersebut. Tand aini akan terlihat seperti pada label di pinggir baju atau di kerah. 

Menyetrika pakaian sebaiknya  tidak lama setelah dijemur atau dan harus dalam keadaan kering. 

Perhatikan pula suhu setrikaan jangan sampai terlalau pans atau sebaliknya.  Lihat anjuran pabrik yang terdapat dalam setrikaan. 

Demikian trik atau cara menyetrika pakaian di laundry. Menyetrika yang baik dan benar akan memberi hasil setrikaan yang baik sehingga pakaian terlihat lebih rapi  juga awet. (*)


Suka Duka Bisnis Laundry. Ngenes Amat ya....

JURAGAN LONDRY – Apapun bisnis yang dijalankan, bukanlah bebas tanpa hambatan. Termasuk bisnis laundry, kadang enak, kadang tidak enak. Dan berikut ini, kisah suka dan dukanya bisnis laundry.

Dikutif dari posotingan Rachmat Akbar di Grup Himpungan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI)


 
‘Drrrrrrrrrrrtttttttttt,drrrrrrrrrrrrrt ‘’ bunyi getar HP terus menerus tidak berhenti, sontak saya terbangun.., melihat jam HP tepat menunjukkan pukul 23 malam,…..siapa sih malam2 begini telpon dan nggak berhenti, saya lihat sdh ada 10 misscall dari nomor telpon ini.
Saat saya angkat Telpon “ Halo”…..,


“Halo, Ini Bapak Hoshi yah ..Pak Saya Ibu Nurul, maaf malam2 saya nggangu, tapi saya mau minta tolong Pak ..,seragam anak saya untuk besok sekolah belum ada Pak, saya tunggu sampai malam kok belum ada yang ngantar Pak..” tiba2 suara telpon diseberang mengangetkan saya yang masih belum 100 persen On.

“Ibu Nurul.., apakah memang seharusnya hari ini pakaian ibu selesai.., Ia Pak tadi saya sempat telphon dan Karyawan Bapak sdh janji mau antar tapi sdh saya tunggu tidak juga datang.. bisa saya ambil sekarang Pak ?”
Aduh Cilaka…bagaimana sih ini anak2 janji ke pelanggan kok nggak bisa ditepati.

Akhirnya walaupun agak ragu apakah Laundryan Ibu Nurul sudah selesai, saya tetap menyetujui untuk melayani mengambil laundry malam hari. Untung jarak Ruko dengan Rumah berdekatan…, tidak sampai 5 menit sayapun sampai di Ruko.

Setelah mencari diantara tumpukan laundry akhirnya saya temui bungkusan baju Ibu Nurul” Alhamdulillah untung sdh selesai” tidak lama saya turun kebawah Ibu Nurul sdh sampai. Sambil mengajukan permohonan maaf saya serahkan bungkusan laundrynya. Untung pelanggan yang satu ini mau mengerti dan saya berjanji hal tersebut tidak akan terulang lagi dan juga berjanji untuk mengecek apa yg terjadi sehingga karyawan lalai memenuhi janjinya.

Keesokan harinya saat saya tanyakan kepada karyawan mereka mengakui bahwa mereka lupa karena banyaknya pelanggan yang minta diantar saat bersamaan, sehingga mereka melupakan laundry Ibu Nurul yang harus diantar, padahal sdh ada catatan yg dibuat Cs dan siapa petugas yg harus mengantarnya.

Cerita diatas adalah salah satu masalah yg pernah kami temui dari 1001 masalah yang sdh kami hadapi.
Mungkin peristiwa diatas tidak akan anda jumpai pada bidang usaha yang lain…, disaat sdh selesai jam operasionalpun anda masih harus melayani pelanggan, walaupun pada cerita diatas kesalahannya ada pada kami.

Belum lagi masalah pakaian luntur, pakaian tertukar, pakaian hilang, pakaian rusak, pelanggan yg memaksa laundryannya harus diselesaikan padahal masih belum jatuh temponya, laundryan tidak diambil ambil, minta uang dikembalikan karena biaya laundry ekspress kemahalan padahal laundryannya sdh diterima dan sdh dibayar.

Karyawan tidak masuk, karyawan resign, karyawan tidak berani berkata jujur saat merusak laundryan pelanggan, karyawan yang mencoba curang, mesin rusak, mesin pompa air rusak, selang setrika bocor, hawa ruangan panas, alat setrika rusak, ban motorbocor, karyawan sales pulang dan tidur dirumah, karyawan sering main hp, harga gas naik, harga chemicalnaik, harga listrik naik dll , dan saya yakin masalah yang ada di tempat andapun sama . ..bahkan saya yakin anda bisa menambahkan minimal 50 lagi list permasalahan yang sdh saya tulis diatas.

Jadi dimana Enaknya Bisnis Laundry?  Katanya bisnis ini punya potensi karena menyangkut kebutuhan primer/pokok..dan semua orang butuh akan mencuci pakaiannya.

Tapi usaha warung kelontongpun sama juga untuk memenuhi kebutuhan primer atau kebutuhan pokok, bahkan mungkin ada puluhan bahkan ratusan ribu warung2 kelontong di Indonesia saat ini, tapi coba anda lihat bagaimana nasib warung2 kelontong sekarang..?


Saya bisa pastikan paling hanya segelintir saja warung kelontong yang bisa tetap eksis dan menguntungkan, selebihnya mayoritas seperti mati segan hidupun segan . Saat ini usaha Laundrypun menjamur hampir seperti warung kelontong…, apakah nasib pengusaha Laundry nantinya akan seperti pengusaha Warung kelontong…? Waallahualam ..!

Keuntungan yang makin menipis karena persaingan harga, harga chemical naik, harga listrik naik, harga gas naik dan UMRpun ikut naik setiap tahunnya..? apakah pengusaha Laundry masih bisa menghasilkan keuntungan yang memadai…kalau keadaanya seperti ini ..!dimana enaknya ?

Jangan-jangan saat anda memulai bisnis ini, anda terbuai hitung2 diatas kertas, dengan analisa BEP yang menggiurkan bahwa dengan investasi sekian anda bisa BEP dalam waktu yang singkat.., padahal analisa BEP dibuat dengan menyederhanakan perhitungan dan mengabaikan faktor faktor lain.

Kita dengar banyak sukses story dan kita juga dengar banyak yang gagal dibisnis Laundry ini ? Uppppps ,sampai akhir paragraph ini saya menerka anda sudah melai kesal membaca tulisan ini, atau pasti anda menduga saya sedang menyebarkan virus negative dalam bisnis Laundry..,! tapi anda salah menduga…, saya barusan hanya menyajikan pengalaman2 yang benar benar real pernah saya rasakan.., tapi apakah masalah itu bisa diselesaikan….?





Insya Allah hampir semua masalah bisa kita selesaikan dengan baik ( Dan Insya Allah akan kita share bagaimana kita memecahkan persoalannya dalam setiap tulisan2 berikutnya ).

Bahwa setiap bisnis pasti mempunyai 1001 satu masalah, dan setiap bidang mempunyai hambatan2 yang berbeda dan tidak kalah rumitnya, justru disitu adalah medan tempaan, karena tidak ada satu bisnispun yang mudah ataupun enak…, semua bidang bisnis memiliki masalah.., memiliki tingkat kesulitan ..dan memiliki resiko.

Sejatinya Pebisnis yang sukses adalah pengusaha yang mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi.., bagaimana mensikapi dan mencari jalan keluarnya dan biasanya hanya segelintir orang yang bisa, sehingga tidak heran jumlah pengusaha sukses biasanya lebih sedikit dari pengusaha yang gagal.

Melalui tulisan ini saya mengajak agar kawan-kawan sahabat Hoshi, bisa mengambil pengalaman dari sahabat atau senior senior yang sdh lebih dahulu dan lebih sukses dari kita, mari kita belajar dengan mereka, karena belajar dari pengalaman sendiri itu baik, tapi lebih baik kita belajar dari pengalaman orang lain yang sudah sukses.

Dan saya berharap agar senior2 dibisnis Laundry juga bisa membagikan kisah2 suksesnya dalam memecahkan persoalan yang pernah dihadapinya.

Kesulitan biasanya memberikan peluang, karena hanya sedikit yang mau berhadapan dan tekun mengatasi kesulitan, karena fitrah manusia umumnya adalah senang menempuh jalan yang mudah.

Akhirnya saya , mendoakan agar mayoritas sahabat Hoshi termasuk manusia yang diberkahi oleh Allah swt dan menjadi pengusaha laundry yang sukses. Buat yang tidak berbisnis di bidang Laundrypun saya berharap kalian sukses dibidangnya masing2. Semoga bermanfaat dan mohon pencerahan dari para senior. (*)

Rabu, 22 November 2017

Kisah Pengusaha Laundry, Hampir Bangkrut Kembali Berjaya

Banyak yang bertanya, bagaimana ceritanya kami sampai berakhir dengan utang melilit di 2014-2016. Ada juga yang bertanya apakah saya menyesal berutang. Untuk pertanyaan yang terakhir jawabannya TIDAK sama sekali. Justru ketika itu, kami dihadapkan pada dua keputusan: tutup atau utang. Seandainya waktu itu saya tidak menarik utang, saya tentu sudah tidak jadi pengusaha laundry lagi sekarang.
Sebelum saya lebih lanjut, mohon maaf jika mungkin tulisan saya akan berbeda pandangan dengan mereka yang anti utang dengan alasan apapun. Bagi saya dua hal itu adalah pilihan. Dan menjadi pengusaha adalah sebuah pekerjaan yang penuh dengan pilihan sulit.

Sejak 2010 saya membuka laundry pertama kali saya tahu persis pengusaha pemula seperti saya akan sangat kesulitan mendapatkan akses utang. Sangat berbeda dengan sekarang dimana semua bank pemerintah menawarkan KUR yang bahkan di BRI tersedia tanpa agunan dengan bunga yang jauh lebih murah daripada KTA.

Untuk mengatasi itu, saya meng-apply kartu kredit. Kartu kredit pertama saya dari BCA. Awalnya limitnya cuma 3 juta. Tapi kemudian saya jaga performa pembayaran saya. Lalu setiap ke mall-mall, jika ada yang menawarkan kartu kredit, saya pasti ambil. Satu per satu limit kartu kredit pun bertambah dan jumlahnya bertambah sehingga akumulasi dari semua limitnya itu bisa dikatakan sudah cukup besar di 2014.

Di bisnis laundry, hampir semua peralatan kita tersedia di toko-toko ritel elektronik, sehingga dengan kartu kredit kita bisa membeli mesin-mesin dengan bunga 0%. Betul-betul 0%. Klo harga mesin 6juta, ya bayar saja 500rbx12. Nah kartu kredit ini bisa jadi alat bayar yang sangat memudahkan pengusaha laundry.

Waktu masih pengguna pemula kartu kredit, saya termasuk yang sangat mudah menggesek kiri dan kanan membeli barang sampai2 seluruh alokasi gaji saya di laundry bisa habis untuk bayar kartu kredit. Belum lagi bayar makan kiri kanan dengan alasan networking atau meningkatkan bonding dengan karyawan.

Tapi tidak seperti beberapa orang yang mungkin kapok dan memutuskan untuk menutup kartu kreditnya, saya memutuskan bahwa yang harus berubah adalah saya. Masalahnya ada pada saya, bukan pada kartu kreditnya, dan mulailah saya mengelola keuangan dengan lebih baik.

Secara teori, utang memiliki efek yang dinamakan leveraging. Contoh, jika saya memiliki uang 10juta, saya bisa membeli barang dengan seharga 10juta dan menjualnya dengan keuntungan 20% atau 12 juta. Maka saya memiliki untung 2juta. Tetapi jika saya punya 10juta dan saya jadikan itu DP untuk membeli barang seharga 50juta secara kredit (jadi kredit saya 40juta), maka dengan untung 20% saya bisa menjual barang tersebut seharga 60juta.

Dari 60 juta tersebut, 40 juta saya pakai untuk membayar utang, 2 juta saya pakai untuk membayar bunga sebesar (katakanlah) 5% dan 10 juta untuk mengembalikan modal saya. Maka total keuntungan saya adalah 8juta.

Efek ini yang dinamakan leveraging. Dengan modal yang sama, saya bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar jika menggunakan utang. Utang yang begini ini dinamakan UTANG PRODUKTIF, yaitu utang yang bisa menghasilkan tambahan uang.

Sangat berbeda dengan UTANG KONSUMTIF yaitu utang yang tidak menghasilkan tambahan uang. Contoh, jika Anda sekarang memiliki motor bebek dan menggantinya dengan motor sport secara kredit. Jika motor sport tersebut Anda gunakan hanya untuk ke laundry, ketemu teman dan lain-lain yang intinya dengan rute yang sama dengan ketika menggunakan motor bebek, maka kredit Anda menjadi bersifat KONSUMTIF bukan produktif.

Naaahh!! Sekarang yang menjadi masalah adalah, apakah keputusan mengutang itu benar-benar produktif? Dalam contoh kasus di atas, apakah barang yang kita beli dengan harga 50juta itu bakal laku semua terjual dengan untuk 20%? Pertanyaan inilah yang kami hadapi ketika memutuskan mengambil utang atau tidak.

Pertanyaannya, apa sih masalah yang terjadi waktu itu? Selama 2013, kami harus mengakui bahwa manajemen kami gemuk (terlalu banyak orang), tidak produktif dan tidak terukur kinerjanya. Keadaan ini sebenarnya tidak akan menjadi masalah seandainya ketika itu tidak terjadi faktor dari luar yang menyerang bisnis kami di waktu yang hampir bersamaan,

Ketika itu, omzet dari linen hotel kami mencapai 40% dari total seluruh omzet kami. Dan pada saat 2014 awal, listrik PLN di tempat kami naik turun voltasenya, menyebabkan mesin cuci terbesar kami yang dari Swedia itu rusak panel digitalnya. Karena yang rusak panel digital, maka tidak ada cara untuk memperbaikinya selain mengirim spare parts dari authorized distributor.

Sayangnya parts tersebut tidak ready dan kebetulan sudah dalam perjalanan ke Indonesia. Namun di pelabuhan, kontainernya masuk jalur merah menyebabkan barang kami tertahan kurang lebih 2 bulan. Pengiriman menggunakan pesawat pun sudah sempat diupayakan namun tidak berhasil.

Alhasil kami terpaksa tidak dapat melayani hotel tersebut secara maksimal dan jatah kami terpaksa diambil vendor laundry lain di hotel tersebut. Lebih menyedihkannya, ketika mesin tersebut sudah kembali beroperasi, kontrak di klien hotel terbesar kami sudah berakhir dan mereka tidak mau memperpanjangnya.

Masalah lainnya, bukan cuma mesin Swedia itu yang rusak akibat listrik PLN yang naik turun. Mesin-mesin kecil kamipun rusak modulnya. Saya ingat di bulan itu kami harus memasang Voltage Regulator untuk daya 20.000VA di workshop kami, dan mengganti kurang lebih 4 mesin cuci kecil kami.

Di bulan yang sama, omzet di outlet kedua terbesar kami turun 70% dalam satu bulan. Hebatnya tidak ada satupun manajemen yang sadar dengan keadaan tersebut sampai akhir bulan kita menghitung setoran dari masing-masing outlet (ini bukti bahwa manajemen kami tidak produktif).
Ternyata, jalan di depan toko kami sedang dibeton, sehingga customer tidak dapat mengakses toko kami. Berbeda dengan aspal yang bisa dikerja malam dan pagi sudah bisa dilalui, jalan beton membuat akses jalan harus ditutup 1 jalur. Padahal jalannya sendiri cuma 2 jalur dari 2 arah berbeda. Gilanya, pemerintah tidak mengerjakannya 24 jam. Hanya sekitar 12 jam saja dalam sehari. 

Sementara biaya sewa tidak turun, gaji karyawan tidak turun bahkan biaya logistik pun tidak turun.
Setelah outlet kedua terbesar tersebut selesai, tentu omzet tidak langsung naik. Beberapa customer sudah terbiasa dengan laundry baru mereka. Celakanya, kini jalan di depan workshop kami yang juga dibeton. Padahal di workshop ini lah outlet terbesar kami berada.

Singkat cerita, September 2014, omzet total kami tinggal 50% dari omzet kami di September 2013. Bahkan tinggal 35% dari omzet tertinggi kami di tahun 2013. Tapi biaya tidak banyak berubah karena terlalu banyak fixed cost seperti sewa, gaji karyawan dan lain-lain. Belum lagi cicilan kami dari hutang terdahulu.

TUTUP ATAU SELAMATKAN DENGAN UTANG?

Disinilah saya dihadapkan pada dua pilihan: tutup laundry nya atau selamatkan dengan utang. Saya memutuskan selamatkan dengan utang. Tetapi saya tidak mau membuat keputusan ini menjadi keputusan emosional. Itu adalah kesalahan terbesar dalam berutang. Saya harus memiliki dasar hitungan yang tepat untuk memutuskan ini. Di sisi lain, waktu untuk mengambil keputusan tidak banyak dan karyawan saya di bagian kantor sudah saya kembalikan semua ke pos operasional sehingga tidak ada yang bisa membantu saya menyediakan data yang dibutuhkan.

Jujur, keputusan saya waktu itu tidak benar-benar berdasarkan perhitungan yang teliti. Saya hanya menyusun financial model di excel dan menghitung berapa kenaikan omzet yang paling rasional setelah masalah jalanan tadi beres, berapa upaya marketing yang dibutuhkan dan berapa kemampuan perusahaan membayar cicilan.

Hasilnya? Hitungan meleset!! Omzet memang naik, tapi lebih lama dari perikaan sehingga keuntungan tidak cukup untuk membayar cicilan. Solusinya? Tarik utang lagi untuk membayar selisih cicilan! Gali lubang tutup lubang. Kuncinya disini adalah lubang yang digali lebih kecil daripada lubang yang ditutup, maka situasi masih bisa dikendalikan. Karena di kartu kredit, setiap kita melakukan pembayaran, maka limitnya akan naik lagi sejumlah pembayaran kita. Kita hanya perlu menjaga jangan sampai kualitas kredit turun karena tidak membayar cicilan.

Waktu berlalu dan sekali-sekali kami menggali lubang lebih besar daripada yang kami tutup dan juga sebaliknya. Hingga outstanding utang kami (total pokok ditambah bunga sampai lunas) menyentuh angka M. Nilainya hampir sama besar dengan total aset kami. Artinya rasio utang modal kami sudah mencapai hampir 1:1.

Di tengah krisis, kemampuan akuntansi dan catatan keuangan saya menjadi sangat berguna. Hal ini juga yang selalu saya tekankan ke mahasiswa saya mengenai pentingnya menguasai akuntansi. Akuntansi mungkin "tidak terlalu berguna" untuk bisnis perorangan di masa tenang. Tapi di masa krisis, akuntansi adalah mata dan telinga utama untuk menyelesaikan masalah.

Jika akuntansi Anda tidak baik, keputusan yang Anda buat hanya berdasarkan intuisi bukan data. Dan itu adalah mimpi buruk terbesar dalam pengambilan keputusan. Saya percaya intuisi, namun intuisi itu diasah dengan pembuktian menggunakan data.

Dengan bekal catatan inilah saya meyakinkan investor bahwa saya memiliki 2 masalah utama di bisnis ini. Pertama, bisnis ini secara operasional menguntungkan. Omzet dikurangi biaya operasional, masih banyak sisanya. Tapi sisanya ini tidak cukup untuk bayar cicilan. Artinya, jika utang ini bisa "ditalangi dulu", maka bisnis ini bisa mengumpulkan uang lebih dan sisanya bisa dikumpulkan dan dibagikan untuk jangka waktu lebih panjang. Ini disebut converting, mengubah utang menjadi modal.
Masalah kedua, kami kekurangan modal kerja sehingga karyawan kami harus menunggu setoran untuk pembayaran gaji. Gaji mereka dicicil 2x sebulan dan itupun dibayarkan telat. Ini sangat merusak moral karyawan dan membuat perasaan tanggung jawab mereka terhadap pekerjaan turun. Padahal bisnis laundry sangat bergantung pada manusia. Belum lagi kita tidak bisa menindak karyawan yang tidak perform karena sangat sulit mencari karyawan yang mau gajinya dicicil 2x sebulan.

Akhirnya investor kami setuju memberikan waktu 1 tahun menalangi cicilan kami dan mengubahnya menjadi modal yang bisa dibayarkan dalam bentuk bagi hasil dari laba bersih. Perlahan bisnis kami mulai naik, dan kami bisa terus menambah omzet dengan promosi yang TEPAT dan menambah outlet hingga 2x lipat dalam setahun.

Ada yang bertanya, bagaimana jika waktu itu investor tidak setuju menyuntik modal. Sebenarnya masih ada solusi terakhir sebelum tutup yaitu macetkan semua utang dan ajukan renegosiasi ke bank penerbit kartu kredit yang bersedia. Dengan demikian, semua omzet hanya dipakai untuk membayar biaya oeprasional. Tapi resikonya sangat besar dan reputasi saya di BI bisa rusak dan butuh waktu 5-10 tahun untuk memperbaikinya.
Di atas semuanya itu, tentu ini semua adalah kemurahan dan kebesaran Tuhan yang merestui upaya kami untuk mengendalikan perusahaan ini. Saya selalu percaya Tuhan tidak bekerja bagi orang yang juga tidak memberikan usaha terbaiknya. Dan sepertinya, saya dan tim sudah memberikan yang terbaik dan semuanya kami kembalikan kepada kehendak Yang Maha Kuasa. Syukurnya Dia berkehendak untuk kami kembali di jalan yang naik...
(Sumber : Daniel Christian)

Kamis, 16 Maret 2017

Fitur Duplikat di Tokopedia Mempercepat Aplud Produk

JURAGAN LONDRY – Sejak awal kehadiran website penjualan secara massal dirasakan sangat membantu terhadap penjualan ritel terutama para pelaku UKM.

Dengan modal menampilkan list produk di website penjualan online, semua orang dapat menjual barang kapan saja dan di mana saja.  Tanpa gudang tanpa toko offline misalnya, semua orang bisa buka dagangan dengan penjualan yang sangat luas.

Salah satu yang menarik di bahas kehadiran Tokopedia. Perushaan yang didirikan beberpa tahun ini cukup menyedot perhatian para pelaku usaha online. Bukan saja yang baru melek penjualan online, namun yang sudah ekspert pun memanfaatkan layanan Tokopedia dalam penjualan produknya.

Salah satu yang menarik di Tokopedia, fitur DUPLIKAT PRODUK. Manfaat dari fitur ini, pelapak dapat dengan mudah menggandakan list produknya jadi lebih banyak, tanpa mengaplud ulang dari awal. Jika mengaplud awal membutuhkan waktu hingga 1 menit misalnya, dengan menduplikat list yang ada hanya dibutuhkan beberapa detik.

Caranya, setelah aplud satu produk dan foto, langsung simpan. Di bagian atas kanan berwarna hijau tertulis “Duplikat Produk”. Hanya saja pelapak tidak bisa langsung mendiplikasi dan menyimpannya. Tetapi harus mengganti judul terlebih dahulu jangan sama persis dengan judul list yang diduplikasi tadi.
Sebaiknya, jika anda telah mengaplud banyak foto produk, ubahlah tampilan muka foto produk. Jika kemudian toko kita tampil pada search engine Tokopedia, atau calon pembeli membuka toko, gambar produk terlihat pariatif dan memberikan pilihan pada calon pembeli.  (*)

  


Kamis, 28 Juli 2016

Cara Strika Celana Cotton Supaya Tak Mudah Kusut

JURAGAN LONDRY – Mungkin anda pernah mengalami hasil setrikaan baju atau celana cotton anda terlihat mengkilap. Bahkan di beberapa bagian terlihat nyaris gosong dan tidak bisa hilang meskipun sudah dicuci berkali-kali.

Jika melihat keaadan itu pada pakaian anda, mungkin ada kesalahan saat menyetrika. Pakaian dari cotton seperti umumnya yang digunakan seragam pegawai pemerintahan, bank serta isntani lainnya,  memang perlu perlakuan khusus. Menyetrikanya relatif lebih sulit ketimbang celana yang terbuat dari kain jins atau kaos.

Supaya hasil setrikaan celana atau baju dari cotton hasilnya lebih baik meskipun dengan setrika listrik  -bukan dengan setrika uap - anda bisa melakukan hal sederhana ini.
Siapkan kain lap tipis bersih dan air dalam wadah. Siapkan juga setrika dan pakaian yang akan disetrika.

Caranya menyetrikan, hindari setrika langsung menempal pada kain cotton. Caranya, lap yang telah disediakan tadi celupkan  pada air lalu peras hingga air  keluar meskipun kain masih basah.

Hamparkan kain tersebut pada kain yang akan disetrika. Lalu setrika kain tersebut sekalian dengan kain yang kita tuju. Dengan cara seperti ini, meskipun setrika suhu sangat panas, terlih dahulu akan tertahan oleh kain basah.

Hasilnya, pakaian yang disetrika akan terlihat lebih rapi dan necis. Hasil setrikaanpun relatif lebih awet. Seperti pada ujung celana atau lengan, akan terlihat lebih lancip.  

Menyetrika seperti ini hasilnya hampir sama dengan menyetrika dengan setrika uap. Cara seperti ini pula sering dilakukan di binatu tradisional zaman dulu. Bahkan mereka masih mempertahankan setrika dengan pemanas bara. 

Selasa, 26 Juli 2016

Rahasia Untung Besar Bisnis Laundry, Selama Ini Tersembunyi

JURAGAN LONDRY – Banyak cara  meningkatkan omzet usaha laundry kiloan anda. Selain meningkatkan volume  produksi juga perlu dilakukan cara lain, kerja minimal, hasil maksimal.

Nah  ini pengalaman saya sendiri. Yakni mendapat pelanggan laundry perusahaan yang bernai membayar pakaian tarif satuan. Saya memasukkan penawaran keapada salah satu perushaan cabang di kota saya tinggal. Kebetulan, perusahaan tersebut merasa tidak cocok dengan jas laundry yang telah menjadi langganannya selama ini.

Bak gayung tersambut. Sepakan kemudian saya mengerjakan pakaian seragam. Sabtu sore pakaian diambil atau diantar oleh pagawai perusahaan dan minggu malam saya antar.  Tak banyak, seminggu sekitar 20-40 potong pakaian. Namun yang bikin semangat bekerja, tarifnya bukan kiloan, tetapi satuan.

Satu gantungan baju dihargai Rp80.000-Rp12.000. Celana panjang dan rok Rp5000. Sebulan jika 40 X 4 saja sudah 120 potong yang artinya omzet dari satu perushaan, jika dirata-rata Rp8000/pcs total Rp1.280.000.

Memang pengerjaan harus sangat apik. Meskipun pengerjaan secara umum tidak jauh berbeda dengan pakaian tarif kiloan. Hanya pada tahap penyetrikaan, yang sangat hati-hati, harus betul-betul rapi. Satu gantungan plus satu plastik setiap satu pakaian satu seragam.  Biaya produksi juga tidak begitu jauh dengan biaya pakaian tarif kiloan. Namun dari sisi margin sungguh menjanjikan.

Dengan demikian cara di atas bisa dijadikan salah satu trik mendulang omzet dari laundry. Maka ada baiknya, selain anda fokus pada jasa laundry kiloan juga menyediakan laundry satuan, terutama jika pakaian-pakaian yang memerlukan perlakuan khusus.

Seperti bahan batik tulis, sutra atau pakaian seperti jas yang pengerjannya perlu cara khsusus pula.

Soal cara pengerjaan terserah anda. Apakah mau dry clien atau cuci biasa tetapi hasil pengerjaan bis menyamai hasil dry clien. Intinya, hasil cucian memuaskan, bersih, higienis dan sesuai keinginan pelanggan.

Untuk membidik pelanggan koorporate, anda bisa menghubungi rumah sakit, perusahaan tambang, hotel-hotel yang belum punya laundry sendiri atau overload hingga rumah ibadah seperti masjid yang memerlukan cuci mukena.

Nah itulah salah satu trik meningkatkan omzet  laundry kiloan dengan memperbsar pelanggan perushaan dengan tarif satuan. Selamat mencoba.!!!.

Jurus Tingkatkan Keuntungan Laundry, Meski Harga Murah


JURAGAN LONDRY – Salah satu daya tarik jasa laundry bagi konsumen, harga yang terjangkau. Untuk tarif laundry kiloan misalnya, memang didesain untuk harga semurah mungkin dan terjangkau oleh semua kalangan. Pangsa pasarnya yang besar membuat konusmen di segmen ini menjadi target market pengusaha laundry dengan menawarkan harga murah.

Namun bermain pada tarif laundry semurah mungkin, bak makan buah simala kamah. Di lain pihak konsumen bisa membludak, di pihak lain margin yang didapat tidaklah terlalu besar. Hanya produksi secara massal yang meungkinkan penerapan tarif jasa laundry tersebut bisnis anda dapat menguntungkan.
Ingat bahwa bisnis laundry bukanlah sosial entrepreneur atau relawan melainkan sebuah bisnis dengan berbagai aspeknya. Tanpa untung, dipastikan bisnis laundry kita akan terancam bahkan lebih parah, gulung tikar.

Nah untuk mensiasati kondisi dilematis sepert ini, saya mendapat tips dari salah seorang owner laundry kiloan dan cuci karpet di Kota Banjar – Jawa Barat. Namnya Bu Fitri yang membuka workshop laundry di jalan BKR No 15 Kota Banjar. Saya bertemu dengan Bu Fitri saat dia membeli Mesin Sikat Karpet yang saya jual.

Dia berbagi pengalaman dalam mengelola bisnis laundry kiloan dan cuci karpet tersebut. Salah satu cara mensiasati tarif kata Bu Fitri, dengan menerapkan subsidi silang. Untuk tarif cucian kiloan, diakuinya sangat murah, hanya Rp5000/kg. Padahal laundry yang lain sudah lebih mahal.

Untuk kualitas cucian dengan harga tersebut iapun tidak main-main, selalu berusaha memnuhi ekpektasi pelanggan. Misalnya memberikan farfum terbaik yang tahan lama serta kemasan yang menarik pula.

Apa tidak rugi bermain di harga rendah? Bu Fitri menyebutkan, jika hanya mengambil untung dari tarif kiloan, cukup berat dalam menjalankan bisnis laundry tersebut. Solusinya, memberlakukan subsisi dilang.

Untuk tarif laundry kiloan memang memberlakukan tarif biasa, untuk tidak dikatkan murah. Sedangkan tarif jenis cucian seperti bedcover, selimut terutama karpet, ia memasang tarif relatif tinggi.

Alasannya, karena tidak semua orang mampu mencuci bahan yang tebal-tebal dan berat seperti bedcover, selimut atau karpet. Dengan demikian, menjatuhkan tarif agak mahal pada jenis cucian seperti itu, konsumen tetap aman.
Sementara jika menjatuhkan tarif pada pakaian terlalu tinggi, banyak dari konsumen yang beranggapan, mencuci merupakan pekerjaan biasa, mengapa harus membeli jasa laundry pakaian begitu mahal?  Dengan cara seperti itu menurut Bu Fitri, dari sisi omzet dan keutungan relatif stabil. (*)




Kata-Kata Promosi Laundry, Bikin Pelanggan Terhipnotis

JURAGAN LONDRY – Promisi merupkan cara menginformasikan tentang layanan, jasa maupun produk dari usaha yang kita jalankan. Tanpa promosi sehebat apapun produk atau jasa yang kita adakan, tidk akan diketahui orang.

Menjadi pertanyaan bagaimana cara promosi supaya orang tertarik dengan promosi itu. Nun jauh di sana, sejumlah bujukan promosi kadang menjengkelkan. Melihat promosi yang terlalu bombastis malah gak percaya, khawatir terlalu banyak syarat.

Kita diingatkan dengan gencarnya promisi gratis dari provider telpon selular tertentu, promosinya gencar gratisnya banyak, namun syaratnya berlembar-lembar.

Begitupun promosi bagi jasa laundry anda. Promosi banyak gratisnya malah khawtair banyak bohongnya. Di sinilah perlu mengolah kata-kata. Dari sebuah kata –katalah, “mantera penyihir” itu terjadi. Bukan dari pukulan atau dari tendangan, hanya sebuah kata-kata.

Lantas bagaimana menciptakan mantara promosi laundry anda supaya dampaknya dahsyat. Penasaran...!!! Yuk ikuti saja.

  • Untuk mempromosikan jasa laundry anda, secara konvensional dapat menggunakan media leaflet, spanduk, baligo atau jenis media lainnya seperti koran dan internet. Yang penting pesan tersampaikan pada calon pelanggan. Pilih menurut anda paling cocok dengan situasai dan kondisi, terutama budjet anggaran promosi laundry anda. 
  •  
  • Dalam membuat kata promosi jasa laundry, sampaikan apa manfaat yang akan didapat oleh konsumen. Kalau anda promosi di lingkungan bisnis laundry yang sama, sebutkan atau tonjolkan kata-kata yang menunjukkan laundry anda lebih dari pada yang lain. Namun jangan terlalu kelebihan, terlalu menonjol-nonjolkan, sewajarnya saja.
  • Hindari promosi dengan menonjolkan nama perusahaan, kecuali kalau perushaan anda sudah sekelas PeRTAMINA. Fenomena sangat umum dilakukan oleh penguasa UKM. Dalam leflet misalnya yang ditonjolkan nama usahanya, bukan apa yang dibutuhkan konsumen. Ingat, calon konsumen tidak butuh nama usaha atau pemilik jasa laundry, namun butuh bagaimana mencuci cepat, bersih, wangi atau layanan plus lainnya.
  • Hindari banyak janji, kalau tidak bisa ditepati. Misalnya anda mencantumkan “NYUCI SELESAI 2 JAM, PAKAIAN ANDA WANGI”. Seandainya layana itu tidak bisa dilaksanakan, jangan cantumkan kata-kata itu, cari yang lain yang lebih logis.
  • Hindari pula menjelekkan kompetitor. Misalnya dengan sindirian, “ngapain nyuci di laundry sebelah, mending di sini aja lebih baik”. Kembali pada kata kunci di atas, promosi itu bagaimana menyampaikan layanan bisnis laundry kita terbaik, tanpa menjelekkan  pihak lain.
  • Promosi dilakukan secera terut menerus. Ingat produsen minuman bersoda seperti coca-cola, sepanjang tahun kita melihat iklannya di TV, di koran, di spanduk dan terpampang di jalan raya.  Bukankah produk mereka sudah terkenal senatero jagat, mengapa harus terus promosi? Jawabanya mereka mempertahankan loyalitas pelanggan. Istilah kita mengingatkan para pelanggan, bila lupa.
  • Selalu ujicoba. Promosi pada prinsipnya memainkan kata-kata. Jika kata yang kita gunakan tepat, tentu menyentuh banyak orang  dan membuat mereka mau menggunakan jasa laundry kita. Selain lakukan prommosi terus menerus, lakukan berulang-ulang dengan kata-kata yang berbeda. Dua bulan pertama dengan leaflet A, bulan berikutnya dengan leaflet B dengan kata-kata beda.
  • Catat perubahan atau sebaliknya. Bila satu hari anda menyebar 1000 lembar leaflet, berapakah calon konsumen yang datang dan merupakan konsumen baru.  Menurut perhitungan umum, jika anda menyebar 1000 lembar leaflet, yang tertarik hanya 100 orang dan yang melakukan pembelian dari 100 orang tersebut bisa jadi hanya 1-3 orang saja. Jika lebih dari persentase tersebut, merupakan keajaiban. Bisa jadi produk atau jasanya memang langka dan sangat mendesak dibutuhkan banyak orang, atau anda memang orang-orang sangat beruntung.
  • Terakhir tips promosi jas alaundry, dengan “promosi langit”. Yakni bersedekah. Coba sisihkan 10% atau secara bertahap dari omzet atau keuntungan kita untuk bersedekah, selain berzakat bagi yang suah nisab. Saya sendiri, justeru lebih menganjurkan sedekah ketimbang buang-buang leaflet  untuk promosi. Janji ALLAH sudah jelas, bagi yang bersedekah, balasannya berlipat-lipat bukan saja di akhirat, namun langsung didunia.
Itu tadi tips promosi, kata-kata promosi laundry yang mungkin bisa anda lakukan. Coba lakukan secara kontinyu dan jangan menyerah. Selamat mencoba..!!!

Minggu, 24 Juli 2016

Cara Mudah Strika Pakaian di Laundry

JURAGAN LONDRY –  Menyetrika pakaian yang beanr akan memberi kesan elegan terhadap pakaian yang digunakan. Pakaian bagus tetapi kalau menyetrika kurang baik dan beanr, tidak menjamin pakaian terlihat lebih baik.

Cara menetrika pakaian juga akan menambah usaia pakaian anda. Strika terlalau panas, memuat serat kain rusak bahkan terlihat mengkilap terutama pada kain-kaian catton.
Anda sebagai pengusaha laundry harus mamhami etul cara menyetrika pakaian pelanggan anda.

Puaskan pelanggan dengan hasil setrikaan yang baik tanpa merusak pakaian kesayangannya. Banyak pelangan laundry  memasukkan pakainnya ke jasa inatu itu, supaya  pakaiannya terawat, terutama pakaian kesayanganya.

Berikut ini cara menyetrika pakaian supaya hasilnya baik dan maksimal.

Gunakan cairan pelicin pakain supaya hasil setrikaan lebih bagus serta harum

Untuk kaso dan pakaian yang terdapat gambar dari sablon sebaiknya disetrika secara terbail jangan mengani sablon. Jika terkenana setrika panas bsi amengelupas dan menghilangkan ablonanya.

Setrikalah baju sesuai aturan yang disarankan pabrikan pakaian tersebut. Tand aini akan terlihat seperti pada label di pinggir baju atau di kerah.

Menyetrika pakaian sebaiknya  tidak lama setelah dijemur atau dan harus dalam keadaan kering.

Perhatikan pula suhu setrikaan jangan sampai terlalau pans atau sebaliknya.  Lihat anjuran pabrik yang terdapat dalam setrikaan.

Demikian trik atau cara menyetrika pakaian di laundry. Menyetrika yang baik dan benar akan memberi hasil setrikaan yang baik sehingga pakaian terlihat lebih rapi  juga awet. (*)




Tips Meningkatkan Omzet Jasa Laundry

JURAGAN LONDRY – Banyak cara  meningkatkan omzet usaha laundry kiloan anda. Selain meningkatkan volume  produksi juga perlu dilakukan cara lain, kerja minimal, hasil maksimal.

Nah  ini pengalaman saya sendiri. Yakni mendapat pelanggan laundry perusahaan yang bernai membayar pakaian tarif satuan. Saya memasukkan penawaran keapada salah satu perushaan cabang di kota saya tinggal. Kebetulan, perusahaan tersebut merasa tidak cocok dengan jas laundry yang telah menjadi langganannya selama ini.

Bak gayung tersambut. Sepakan kemudian saya mengerjakan pakaian seragam. Sabtu sore pakaian diambil atau diantar oleh pagawai perusahaan dan minggu malam saya antar.  Tak banyak, seminggu sekitar 20-40 potong pakaian. Namun yang bikin semangat bekerja, tarifnya bukan kiloan, tetapi satuan.

Satu gantungan baju dihargai Rp80.000-Rp12.000. Celana panjang dan rok Rp5000. Sebulan jika 40 X 4 saja sudah 120 potong yang artinya omzet dari satu perushaan, jika dirata-rata Rp8000/pcs total Rp1.280.000.

Memang pengerjaan harus sangat apik. Meskipun pengerjaan secara umum tidak jauh berbeda dengan pakaian tarif kiloan. Hanya pada tahap penyetrikaan, yang sangat hati-hati, harus betul-betul rapi. Satu gantungan plus satu plastik setiap satu pakaian satu seragam.  Biaya produksi juga tidak begitu jauh dengan biaya pakaian tarif kiloan. Namun dari sisi margin sungguh menjanjikan.

Dengan demikian cara di atas bisa dijadikan salah satu trik mendulang omzet dari laundry. Maka ada baiknya, selain anda fokus pada jasa laundry kiloan juga menyediakan laundry satuan, terutama jika pakaian-pakaian yang memerlukan perlakuan khusus. Seperti bahan batik tulis, sutra atau pakaian seperti jas yang pengerjannya perlu cara khsusus pula.

Soal cara pengerjaan terserah anda. Apakah mau dry clien atau cuci biasa tetapi hasil pengerjaan bisa menyamai hasil dry clien. Intinya, hasil cucian memuaskan, bersih, higienis dan sesuai keinginan pelanggan.
Untuk membidik pelanggan koorporate, anda bisa menghubungi rumah sakit, perusahaan tambang, hotel-hotel yang belum punya laundry sendiri atau overload hingga rumah ibadah seperti masjid yang memerlukan cuci mukena.

Nah itulah salah satu trik meningkatkan omzet  laundry kiloan dengan memperbsar pelanggan perushaan dengan tarif satuan. Selamat mencoba.!!!.

Selasa, 23 Februari 2016

Unggulkan Warna, Perajin Batik di Tasik tak Khawatir MEA

JURAGAN LONDRY – Para perajin batik di Kota Tasikmalaya mengaku tidak khawatir dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asena (MEA) yang memberi peluang bebasnya barang masuk ke Indonesia dengan deras. Mereka yakin dengan kreatifitas dan keunikan, Batik Tasik akan tetap diminati konsumen khususnya di tingkat lokal dan regional.

Pengusaha batik Tasik Coroyom, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, Hj. Enok menyebutkan, salah satu kelebihan batik lokal khsususnya Batik Tasikmalaya, dibuat dengan seni tradisional. Hasil produksi batik seperti itu akan sulit dituru oleh mesin modern sekalipun.

“Ketika batik itu diminati, dicintai dan dipakai, batik akan berkembang. Kalau meninggalkan diganti dengan pakaian lain ya tunggu aja, batik tradisional tidak akan bisa bersaing dengan Batik China. Masyarakt kita harus lebih mengerti mana yang disebut batik mana yang bukan,” ungkapnya belum lama ini.
Namun demikian, para perajin juga terus melakukan inovasi. Termasuk di gerai miliknya, berinovasi salah satunya dengan kombinasi warna yang up to data serta merespon setiap permintaan konsumen.
“Inovasi yang dilakukan di sini dari warna. Misalnya konsumen yang ingin pakaian untuk pesta, ingin kebaya tertentu, harus mengikuti dan menyesuaikan. Kita harus bisa berinovasi dengan warna-warna,” katanya.

Ia juga berharap, dalam produksi seragam pakaian batik dari pemerintahan, semestinya setiap rumah produksi batik tradisional kebagian secar amerata. Di samping memenuhi kebutuhan pakaian seragam, para perajin akan hidup dan terbantu dengan program pemerintah.
“Misalnya perajin ini mengerjakan untuk dinas itu, dengan motif tertentu. Kalau seragam dikerjakan satu perajin, ada yang kebagian ada yang tidak,” katanya. (*)

Jasa Sterika Keliling Sedot Perhaitan Netijen


JURAGAN LONDRY – Ide unik kadang datang apa adanya. Dalam bisnis laundry, ide itu selalu muncul seiring dengan kreatifitas pelakunya.

Seperti halnya ide “setrika keliling”. Mungkin ini pertama kali di Indonesia. Salah satu postingan Irsan Heryadi tanggal 20 Februari 2016, membuat geger warga facebook.

Status FB yang dia posting di Grup Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI) tersebut bertuliskan “Percobaan layanan jasa setrika keliling. Setrika door to door”. Tulisan sambil menyertakan foto seorang perempuan yang sedang nyetrika pada meja yang dipasang di atas motor.
Jasa setrika keliling
(sumber foto: fb Irsan Heryadi)

Motor bebek tersebut digunakan untuk keliling sambil membawa alat setrikaan meja, strika uap, tabung gas dan bloiler untuk mengeluarkan uap.

Komentar anggota grup sangat beragam.

Anto Wiyono

Kami undang secara khusus untuk hadir di acara Expo Laundry, 7-9 April 2016 di Jakarta International Expo. Bisa jadi tempat untuk sharing-sharing. 


Sri Kresno Riyono :
Ga cuman dagang sayur yg kliling tukang setrika ygkliling pun ada ibu2 tinggal nunggu di dpn rumah minta di strikain bajunya..

Vian Free-York :

Tukang Jahit, cuci sofa, karpet keliling sudah ada, sekarang setrika. Nanti ada apa lagi yah? Masya Allah. Dengan segala inisiatif menjadi inspiratif atas kehendak Maha Kuasa!
Kegegeran tidak hanya media sosial. Beberapa media online ramai-ramai memberitakan. Seperti DetikCom, Merdeka dan Republika online bahkan trans 7.

DI postingan berbeda Irsan Heryadi memberi komentar atas kehebohan itu. Menurutnya, postingan tersebut hanya sharing Namun banyak liputan yang datang bahkan dari televisi.

“Kawan2, kemarin saya posting tentang jasa setrika keliling. Hanya sekedar sharing. Tapi ternyata respon nya di luar dugaan. Banyak media meliput, trans 7, republika ,merdeka. MerdekaCom dan banyak lagi. Banyak juga yang ingin membantu mengembangkan usaha ini,” katanya. (*)

Rabu, 10 Februari 2016

Tips Membuat Kata-kata Promosi Jasa Laundry Terbaik

JURAGAN LONDRY – Promoisi merupkan cara menginformasikan tentang layanan, jasa maupun produk dari usaha yang kita jalankan. Tanpa promosi sehebat apapun produk atau jasa yang kita adakan, tidk akan diketahui orang.


Menjadi pertanyaan bagaimana cara promosi supaya orang tertarik dengan promosi itu. Nun jauh di sana, sejumlah bujukan promosi kadang menjengkelkan. Melihat promosi yang terlalu bombastis malah gak percaya, khawatir terlalu banyak syarat.


Kita diingatkan dengan gencarnya promisi gratis dari provider telpon selular tertentu, promosinya gencar gratisnya banyak, namun syaratnya berlembar-lembar.

Begitupun promosi bagi jasa laundry anda. Promosi banyak gratisnya malah khawtair banyak bohongnya. Di sinilah perlu mengolah kata-kata. Dari sebuah kata –katalah, “mantera penyihir” itu terjadi. Bukan dari pukulan atau dari tendangan, hanya sebuah kata-kata.

Lantas bagaimana menciptakan mantara promosi laundry anda supaya dampaknya dahsyat. Penasaran...!!! Yuk ikuti saja. 


  1. Untuk mempromosikan jasa laundry anda, secara konvensional dapat menggunakan media leaflet, spanduk, baligo atau jenis media lainnya seperti koran dan internet. Yang penting pesan tersampaikan pada calon pelanggan. Pilih menurut anda paling cocok dengan situasai dan kondisi, terutama budjet anggaran promosi laundry anda.
  2. Dalam membuat kata promosi jasa laundry, sampaikan apa manfaat yang akan didapat oleh konsumen. Kalau anda promosi di lingkungan bisnis laundry yang sama, sebutkan atau tonjolkan kata-kata yang menunjukkan laundry anda lebih dari pada yang lain. Namun jangan terlalu kelebihan, terlalu menonjol-nonjolkan, sewajarnya saja.
  3. Hindari promosi dengan menonjolkan nama perusahaan, kecuali kalau perushaan anda sudah sekelas PeRTAMINA. Fenomena sangat umum dilakukan oleh penguasa UKM. Dalam leflet misalnya yang ditonjolkan nama usahanya, bukan apa yang dibutuhkan konsumen. Ingat, calon konsumen tidak butuh nama usaha atau pemilik jasa laundry, namun butuh bagaimana mencuci cepat, bersih, wangi atau layanan plus lainnya.
  4. Hindari banyak janji, kalau tidak bisa ditepati. Misalnya anda mencantumkan “NYUCI SELESAI 2 JAM, PAKAIAN ANDA WANGI”. Seandainya layana itu tidak bisa dilaksanakan, jangan cantumkan kata-kata itu, cari yang lain yang lebih logis.
  5. Hindari pula menjelekkan kompetitor. Misalnya dengan sindirian, “ngapain nyuci di laundry sebelah, mending di sini aja lebih baik”. Kembali pada kata kunci di atas, promosi itu bagaimana menyampaikan layanan bisnis laundry kita terbaik, tanpa menjelekkan  pihak lain.
  6. Promosi dilakukan secera terut menerus. Ingat produsen minuman bersoda seperti coca-cola, sepanjang tahun kita melihat iklannya di TV, di koran, di spanduk dan terpampang di jalan raya.  Bukankah produk mereka sudah terkenal senatero jagat, mengapa harus terus promosi? Jawabanya mereka mempertahankan loyalitas pelanggan. Istilah kita mengingatkan para pelanggan, bila lupa.
  7. Selalu ujicoba. Promosi pada prinsipnya memainkan kata-kata. Jika kata yang kita gunakan tepat, tentu menyentuh banyak orang  dan membuat mereka mau menggunakan jasa laundry kita. Selain lakukan prommosi terus menerus, lakukan berulang-ulang dengan kata-kata yang berbeda. Dua bulan pertama dengan leaflet A, bulan berikutnya dengan leaflet B dengan kata-kata beda.
  8. Catat perubahan atau sebaliknya. Bila satu hari anda menyebar 1000 lembar leaflet, berapakah calon konsumen yang datang dan merupakan konsumen baru.  Menurut perhitungan umum, jika anda menyebar 1000 lembar leaflet, yang tertarik hanya 100 orang dan yang melakukan pembelian dari 100 orang tersebut bisa jadi hanya 1-3 orang saja. Jika lebih dari persentase tersebut, merupakan keajaiban. Bisa jadi produk atau jasanya memang langka dan sangat mendesak dibutuhkan banyak orang, atau anda memang orang-orang sangat beruntung.
  9. Terakhir tips promosi jas alaundry, dengan “promosi langit”. Yakni bersedekah. Coba sisihkan 10% atau secara bertahap dari omzet atau keuntungan kita untuk bersedekah, selain berzakat bagi yang suah nisab. Saya sendiri, justeru lebih menganjurkan sedekah ketimbang buang-buang leaflet  untuk promosi. Janji ALLAH sudah jelas, bagi yang bersedekah, balasannya berlipat-lipat bukan saja di akhirat, namun langsung didunia.

Itu tadi tips promosi, kata-kata promosi laundry yang mungkin bisa anda lakukan. Coba lakukan secara kontinyu dan jangan menyerah. Selamat mencoba..!!!