Sabtu, 30 Agustus 2014

Begini Sukses Waralaba Model Simply Fresh Laundry

JURAGAN LONDRY -   Para juragan londry mungkin sudah  sering dengan dengan nama Simply Fresh Laundry.  Dari beberapa laporan di koran dan majalah, Simply Fresh Laundry kini telah memiliki 120 outlet dan 250 keagenan yang tersebar di 50 kota di seluruh Indonesia. Recananya Simply Fresh Laundry juga segeara ekspansi ke luar negeri

Simply
Fresh Laundry didirikan Agung Nugroho Susanto tahun 2006 ketika dia masih kuliah di  Universitas Gajah Mada – Yogyakarta. Sebelum bisnis basah-basah tersebut Agung sempat mencicipi bisnis lain seperti clothing, distro dan conter hanphone.

Usaha Simply Fresh Laundry merupakan jenis usaha baru bagi Agung. Ia belajar menghitung pakaian kotor, mensetrika, mengantar jemput pakaian konsumen hingga lembur untuk meyelesaikan cucian pelanggan.

Dikutif ciputraentrepreneurship.com, Agung menjelaskan bisnis laundry tidak bisa dikatakan gampang. Apalagi saat awal menjalankan usaha, ia dituntut keluarganya untuk menyelesaikan perkuliahan tepat waktu.

Agung mengaku sering tidak tidur 24 jam untuk menggiling pakaian konsumen. Jumlah mesin terbatas, orderan yang banyak, sementara target pengerjaan pakaian konsumen 1 hari harus kelar.

Bisnis yang ia rintis awalnya tak mendapatkan persetujuan dari kedua orangtuanya. Setelah lulus kuliah tahun 2007, ia pun sempat melamar menjadi pegawai Bank Indonesia hingga menyelesaikan 4 kali seleksi, sampai tahap wawancara.

Namun karena tekad kuat menjadi pengusaha, ia memutuskan untuk meneruskan usaha ketimbang menjadi pegawai. Memang saat mendaftar sebagai pegawai juga karena terpaksa desakan orang tuanya.

“Saya minta waktu satu tahun untuk membuktikan, saya bisa berbisnis. Jika gagal, saya mau diminta untuk kerja di mana saja. Alhamdullilah bisnis saya berkembang dari 2 outlet langsung menjadi 30 outlet di tahun 2008. Orangtua sayapun mendukung dan menerima keputusan saya,” ungkapnya.

Agung mengklaiam bahwa usaha bisnis laundrynya sebagai trend setter usaha laundry Indonesia. Ia pun terus berinovasi dalam usaha laundry bahkan membentuk sebuah tim research development secara khusus.

Salah satu yang dia terapkan, penggunaan Digital Scales Connected Computer, merupakan timbangan digital yang terkoneksi kedalam software komputer. Pelayanan jasa laundry pun menjadi lebih cepat dan simple.

Dengan kesuksesan membangun bisnis laundry, Agung memperoleh berbagai penghargaan. Antara lain, dua Rekor MURI sebagai Waralaba laundry kiloan pertama di Indonesia dan laundry pertama di Indonesia yang menggunakan tekhnologi ultra violet. Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2009 tingkat nasional serta Asia Pasific Entrepreneur Award tahun 2010.

Bisnis laundry yang diterapkan oleh Agung berupa waralaba. Ia menjual paket usaha laundry kepada masyarakat dengan branding Simply Fresh Laundry.

Dalam web site Simply
Fresh Laundry disebutkan usaha yang kini bernaung di bawah PT. Sushantco Indonesia tersebut menawarkan paket waralaba mulai Rp109 Juta dengan royalti 8% dari omzet pertahun. 

Demikian salah satu kisah sukses usaha laundry Simply
Fresh Laundry yang didirikan Agung Susanto. Semoga menjadi salah satu inspirasi bagi juragan laundry semuanya untuk meraih sukses. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar