Selasa, 27 Januari 2015

Beginilah Contoh Sistem Kerja dan Penggajian Sales Laundry

JURAGAN LONDRY – Jasa antar jeput (delivery) bagi jasa laundry sangat membantu terhadap kepuasan pelanggan. Setiap saat, harus selalu on, ketika ada pelanggan yang menelpon minta pakaian diantar atau dijemput. Kalau perlu sekalian antar-jemput yang punya pakaian....he2.

Fungsi sales, selain delivery tadi tentu saja untuk memasarkan usaha jasa laundry kita. Ruang gerak pemasaran jadi lebih luas, mampu menjangkau pelosok yang jauh. Ini akan berbeda jika kita hanya diam menunggu pelanggan datang. Pelanggan lebih dimanjakan dan mereka lebih dihargai serta diperhatikan keperluannya. Ingat pelanggan itu raja.

Sales harus dibeli kendaraan. Misalnya, sepeda, sepeda motor, motor roda tiga atau sekalian mobil sesuai kemampuan tentunya. Umumnya, sales motoris menggunakan sepeda motor yang domodivikasi dengan keranjang di bagian belakang. Keranjang memuat cucian cukup banyak, baik pakaian bahkan karpet.

Kelebihan sales motoris dengan kendaraan roda dua ini, bisa keluar masuk gang sempit dan jarak tempuh menjadi lebih pleksibel. Selain itu biaya BBM jadi lebih murah, konsumsi BBM irit.

Di keranjang motoris sebaiknya diberi nomor telpon dan logo laundry kita. Ingat, logo tidak usah gede-gede. Kita bukan jual logo, tetapi sedang jual jasa laundry. Tulis gede-gede “terima cuci sehari kering, antar jemput gratis” misalnya. Tulis nomor telpon yang bisa terlihat dari jarak yang jauh dengan warna mencolok.

Hemat saya, nomor telpon yang tercantum sama dengan nomor telpon pada kwitansi laundry yang merupakan nomor pusat kantor. Jangan dipasang nomor telpon sales. 

Ada beberapa sistem yang diberlakukan untuk penggajian sales laundry. Antara lain, dengan sistem gaji plet setiap bulan. Tentu ini sudah sangat umum dan besarannya disesuaikan dengan kondisi daerah, minimal UMR. Namun jangan pelit-pelit, kalau kerjanya bagus, berilah mereka bonus.

Kedua sistem persentas . Misalnya, 50:50. Beberap pengalaman teman laundry di daerah saya Tasikmalaya, kalau persentasi 50:50, itu merupakan sales lepas. Dia hanya stor cucian. Motor dan risiko ditanggungg sales.
Selaian itu, honor sales juga bisa UMR plus bagi hasil. Misalnya UMR sesuai daerah dan bagi hasil mulai 10-30 persen omzet. Sedangkan bensin atau motor dari pemilik laundry atau sesuai kondisi saja dan kesepakatan.

Namun anda juga mesti pandai mengontrol sales dengan sistem yang telah dibuat. Sebab sales merupakan ujung tombak dari bisnis kita selain di produksi. Konflik sedikit misalnya, bisa saja sales hengkang dan pindah ke laundry yang lain. Ingat sales sudah punya pelanggan dan mereka akan serta merta membawa pelangganya.

Maka yang perlu diperhatikan buatlah sebaik mungkin sistem dengan sales laundry kita sehingga memberi keadilan semua pihak. Ingat mereka mitra bukan kerja rodi. Kita harus sama-sama sejahtera, sehingga usaha dan kemitraan kita menjdi langgeng. (*)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar