Jumat, 10 Juli 2015

Zakat Fitrah, Membersihkan Perbuatan Sia-sia Saat Puasa

JURAGAN LONDRY – Setiap kali menjelang lebaran idul Fitri, umat Islam wajib menunaikan zakat fitrah. Jenis zakat ini, khusus ditunaikan sebelum idul fitri dengan takaran yang telah ditentukan juga.

Zakat fitrah berbeda dengan zakat lainnya. Seperti zakat mall, zakat profesi, zakat pertanian atai zakat perhisan. (akan dibahs khusus)Di Indonesia, jika diukur dengan beras, zakat fitrah biasanya mengambil ukuran beras 2,5 kg. Ada yang mengkonversinya dengan rupiah, lalu ditunaikanlah zakat fitrah dengan uang rupiah.

Salah satu fungsi zakat fitrah, untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari perbuatan senda gurai atau perkataan keji saat puasa. Mestinya  dalam puasa, selalu terjaga dari perkataan sia-sia. Namun demikian jika terlanjur -dengan adanya zakat fitrah ini, dosa senda gurau dan perkataan keji- dapat membersihkan dosa.ini diambil dari sebuah keterangan hadist yang berbunyi :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)Adapun hikmah menunaikan zakat fitrah selain disebutkan dalam keterangan di atas,  para ulama menyimpulkan antara lain :

1.Zakat  fitrah turut serta membahagiakan orang miskin sehingga mereka tidak meminta-minta lagi di hari raya. Zakat fitrah dalam hal ini berbagi sebagian harta benda dari yang keya pada yang miskin, sehingga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi si miskin.
2.Zakat fitrah merupakan zakat untuk badan yang telah ditentukan Allah SWT, yakni jelang idul fitri.
3.Zakat fitrah juga merupakan bentuk syukur, atas kesempurnaan beribadah puasa.
Demikian, hikmah zakat, untuk membersihkan ruhani kita setelah sebulan menjalankan ibadah puasa. Dengan zakat fitrah, berbaai kotoran ruhani dalam bentuk dosa senda gurai atau perkataan keji dan sia-sia akan dibersihkan. Sehingga ibadah puasa kita sempurna. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar