BANDUNG - Saat ini Kota Cimahi telah menjadi salah satu daya tarik untuk kreasi industri animasi di tanah air. Tidak menutup kemungkinan dengan sumber daya dan festival animasi yang telah digelas saat ini, Cimahi menjadi barometer dan pusat pengembangan industri animasi di Indonesia.
![]() |
| sumber foto: cimahi creatif |
Deddy mengungkapkan, pengembangan industri kreatif ini harus bisa melibatkan dunia pendidikan dengan menggaet beberapa perguruan tinggi di Bandung seperti ITB dan Politeknik Negeri Bandung. Misalnya ITB harus mampu mengembangkan Fakultas Digital Art. Hal itu telah dilakukan negara Thailand.
“Saya kira ini tidak mustahil. Memang dari fakta yang ada, komunitas di Bandung Raya khususnya - sangat memadai untuk lahirnya sebuah Fakultas Digital kemudian festival animasi yang berkesinambungan dan juga adanya asosiasi animasi yang kuat dan bisa melahirkan entrepreneur animasi,” tambah Deddy.
Untuk mendukung pengembangan industri animasi, disamping telah memiliki Baros Information Technology Creative (BITC) saat ini Pemkot Cimahi tengah membangun Technopark di daerah Baros. Technopark ini dbangun di lahan seluas 1 hektar dengan luas bangunan 1.500 meter, terdiri dari 3 lantai ini ditargetkan akan selesai pada tahun ini.
Technopark dilengkapi fasilitas seperti studio dan rumah produksi. Diharapkan technopark ini bisa menjadi sarana untuk pengembangan teknologi animasi, juga mendukung pengembangan wisata dan bisnis animasi di Kota Cimahi. (*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar